Selasa, 12 Maret 2019

Inilah teknik print kain dalam dunia tekstil !

Pada dunia tekstil, proses print kain atau pencetakan pada kain bukanlah hal yang mudah. Ada tingkat kesulitan tersendiri yaitu mengatur agar hasil cetakan dapat sempurna dan presisi dalam pewarnaan serta tahan lama di permukaan kain. Pencetakan desain dan pattern pada  proses produksi tekstil, dapat dilihat dari tahap akhir. Dan yang paling sulit pada proses pencetakan adalah bagaimana mempertahankan tiap yard kain pada mesin supaya tidak terjadi kekacauan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini.

Inilah teknik print kain dalam dunia tekstil yang perlu anda ketahui
1. Teknik Stencil printing
Teknik Stencil printing merupakan pencetakan dengan menggunakan stensil yang dipotong dalam bentuk desain. Stensilnya  sendiri terbuat dari plastik atau kertas kayu. Penerapan pewarnanya diatur pada ruang yang dipotong di dalam stensil tersebut. Metode ini merupakan pencetakan yang sangat mudah yang umumnya dapat dilakukan oleh anak-anak. Meskipun sangat mudah, namun ada kekurangannya yaitu  teknik ini mencetaknya membutuhkan waktu lama.

2. Teknik direct to garment digital printing
Perlu di ketahui jasa print kain di industri tekstil umumnya menggunakan teknik ini, yaitu proses printer inkjet dengan tinta khusus yang digunakan untuk mencetak secara langsung pada kain. Jenis printing ini menggunakan cara cetak langsung dari komputer. Yang hasil akhirnya dapat diatur dengan tunnel dryer atau heat press.

Teknik pencetakan ini mempunyai keuntungan yaitu dapat mencetak dalam jumlah banyak secara sekaligus, meskipun kebutuhan produksi kecil dengan biaya cukup rendah, namun hasil desain yang didapatkan akan tampak realistis dan lembut pada kain. Tetapi satu kekurangannya adalah hasil cetakannya bisa cepat pudar/hilang dengan pencucian berulang kali.

3. Teknik Heat transfer atau thermal transfer printing
Teknik ini menggunakan mesin pres panas dan mesin cetak untuk mentransfer desain pada kain. Di industri tekstil metode ini merupakan salah satu yang dianggap paling murah, dan digunakan dalam bisnis pencetakan garmen , misalnya hanya dengan desain logo dan grafis ribuan t-shirt dapat dicetak. Pada proses ini dilakukan dengan cara pencetakannya di atas kertas terlebih dahulu yang kemudian desain pada kertas akan ditransfer ke permukaan kain lalu dilewatkan pada roll pemanas.

Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada teknik ini. Yaitu pewarna yang tidak menembus kain cukup dalam. Warna  yang memudar setelah dicuci dan seringkali terkelupas atau retak. Apabila setelah pencetakan selesai , kain akan sering terasa kasar. Dan juga ada garis bekas kertas transfer yang terlihat pada permukaan kain.

Tetapi jika pengerjaannya dilakukan dengan sentuhan seni yang inovatif, maka hasil yang didapat akan terlihat keren, dan beberapa desainer kaos umumnya lebih menyukai teknik ini.

4. Teknik Engraved Roller printing
Pada Teknik ini proses pencetakan kain diawali diterapkannya pewarna pada kain dengan cara melewatkan kain ke media cetak desain yang diukir (di engraving) pada rol mesin cetak. Lalu hasil produksinya akan dijual secara gulungan / roll kain.

Dari teknik cetak ini didapatkan keuntungan yaitu hasil cetaknya yang berkualitas tinggi dan dapat dilakukan di seluruh lot dengan cara yang sama. Rol terpisah dapat digunakan untuk warna berbeda. Setelah dicetak, kain dilewatkan terlebih dahulu dalam proses pengeringan, lalu proses steam dilakukan untuk mengatur dan menguatkan warna.

Itulah tadi beberapa ulasan teknik print kain dalam dunia tekstil yang perlu anda ketahui. Tentunya teknik print sangat penting sekali peranannya bagi industri tekstil, baik pemula maupun yang sudah sukses. Anda dapat menerapkan beberapa teknik di atas dengan telaten, tentu saja sesuai dengan kebutuhan. Semoga ulasan dalam artikel ini dapat menambah pengetahuan anda.
Disqus Comments